Bahasa
Indonesia
English

Berita

Diklat Penentuan Batas Wilayah Pertambangan

March 28, 2016 Oleh Admin
SAWAHLUNTO – Mineral dan batubara sebagai sumber daya alam yang tak terbarukan rnerupakan kekayaan nasional yang dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Pengusahaan mineral/batubara tersebut dilakukan dengan cara menambang (ekstraksi) dari dalam bumi untuk selanjutnya dipasarkan dan menjadi Sumber Daya Ekonomi. Realitanya, dalam dunia pertambangan, sering kali dijumpai permasalahan dalam mengeksplorasi mineral dan batubara tersebut, salah satunya adalah mengenai penentuan batas wilayah. Oleh karena itu, kewenangan pemerintah daerah dan pemerintah pusatlah dalam menentukan wilayah pertambangan agar tetap sesuai dengan kebijakan nasional pengelolaan Pertambangan Mineral dan batubara.

Peningkatan ilmu pengetahuan dan pendidikan khususnya dunia pertambangan, tak terlepas dari peningkatan kualitas maupun metoda penambangan yang lebih modern, seperti contohnya, dalam penentuan batas wilayah, dapat menggunakan GPS navigasi, GPS Geodetik dan Total Station. Untuk mempelajari itu semua maka Balai Diklat Tambang Bawah Tanah menyelenggarakan Diklat Penentuan Batas Wilayah Pertambangan.

Seperti yang disebutkan diatas, diklat ini mempelajari tentang Pengetahuan Dasar GPS, Metode Pengukuran Batas Wilayah Petambangan, Penentuan Luas, Pengukuran dan Perhitungan Kerangka Horizontal, Studi Kasus Pengukuran Batas Wilayah Pertambangan, Pengoperasian Total Station, Praktik Penentuan Titik Acuan dengan GPS Geodetik, Praktik Penentuan Titik Batas Wilayah Pertambangan, Perhitungan Koordinat Batas Wilayah Pertambangan, Ploting dan Penggambaran Koordinat Titik Batas Wilayah Pertambangan dan Pelaporan.

Diklat yang diselenggarakan pada 03 – 08 Agustus 2015 ini, bertujuan untuk menghindari adanya tumpang-tindih wilayah pertambangan serta menjadikan batas wilayah pertambangan dalam satu system koordinat nasional. Diklat ini dilangsungkan di BDTBT Sawahlunto dengan peserta berjumlah 10 orang, yang berasal dari, Dinas ESDM, Dinas Pertambangan dan Energi, Dinas Perindagkopnaker, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Akademis.

Load image...