Bahasa
Indonesia
English

Profil

Sejarah

Pendirian Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan upaya untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pengembangan sumber daya manusia untuk menunjang pelaksanaan otonomi daerah, khususnya penyediaan dan penyiapan tenaga terampil di bidang tambang bawah tanah sejalan dengan orientasi pengembangan system penambangan di Indonesia ke arah penambangan bawah tanah ( underground mining) . Terbentuknya institusi ini berawal daeri pengelolaan sebuah Sekolah Teknik Tambang Menengah (STTM). STTM di resmikan pembukaannya pada bulan Mei 1953, berlokasi di Sawahlunto. Dalam era pembangunan (1980-1990), STTM Ombilin dibuka kembali pada tahun 1987 dan diresmikan sebagai tahun ajaran baru oleh Bapak Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Barat pada tanggal 19 September 1987, kemudian diresmikan oleh Menteri Pertambangan dan Energi pada tanggal 23 Januari 1998.

Pada tanggal 31 Juni 1992, STTM Ombilin berubah status menjadi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tambang (LPPT) Ombilin. Lembaga ini telah menghasilkan sejumlah lulusan berupa tenaga teknik terdidik bidang tambang, mesin tambang, listrik tambang yang cukup handal dan berkualitas. Semua lulusan digunakan oleh PT. BA terutama dalam kegiatan operasi penambangan batubara Ombilin Sawahlunto dan tanjung Enim, hanya sebagian kecil dari lulusan LPPT Ombilin bekerja di luar PT BA.

Pada tanggal 20 Agustus 1996, LPPT Ombilin berubah menjadi Ombilin Mines Training College melalui penandatanganan MOU kerja sama pengembangan kurikulum dan metoda diklat antara YPTTPO dengan John Batman Institute of Tafe(JBIOT) Australia. Misi dari kerja sama ini adalah pembentukan suatu lembaga pendidikan dan pelatihan bidang pertambangan bertaraf internasional dan mandiri. JBIOT menempatkan 2 orang tenanga ahli ( principal dan curriculum specialist) guna mendukung pengembangan materi pelatiahn tidak hanya untuk tambang bawah tanah tetapi juga juga perawatan alat-alat berat untuk tambang terbuka

Pada tahun 2000 diadakan kerja sama antara pemerintah Indonesia (Departemen Pertambangan dan Energi) dengan pemerintah Jepang (JICA). Kerja sama dengan pemerintah Jepang tersebut didasarkan kepada Records of Discussionantara Dirjen Pertambangan Umum yang ditandatangani pada tanggal 19 Oktober 2000.

Kerja sama tersebut berupa Program Alih teknologi Tambang Barubara Bawah tanah dalam bentuk: Bantuan Asistensi tenaga ahli ( experts) jangka panjang dan pendek untuk bidang tambang, keselamatan tambang, teknologi mesin tambang, teknologi listrik tambang, dan teknologi lingkungan berkaitan dengan tambang batubara bawah tanah.

Bantuan hibah peralatan praktikum dan fasilitas pelatihan yang didatangkan langsung dari Negara Jepang. Durasi kerja sama ini berlangsung selama 5 tahun, terhitung dari tanggal 01 April 2001 sampai dengan 30 Maret 2006. Secara operasional JICA menempatkan tim ahli di Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah yang saat itu di bawah pimpinan Mr. Hiroaki TATSUNO sebagai JICA Team Leader, 1 orang coordinator dan 5 tenaga ahli jangka panjang. Mulai tahun 2004 JICA Team dipimpin oleh MR. Katsuhiko SEO didamping oleh 1 orang coordinator dan 3 orang tenaga ahli.

Load image...