Andil BDTBT dalam Mendukung Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS)

BDTBT, Sawahlunto – 16 September 2019,  Lubang tambang Mbah Soero adalah salah satu objek wisata sejarah yang terletak di kelurahan Tanah Lapang, Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Terowongan sepanjang 185 meter ini dibangun pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, tahun 1898. Dari tahun 1898 hingga 1932, kegiatan penambangan batubara di kota Sawahlunto masih mengguanakan terowongan ini. Namun untuk keperluan wisata, pemerintah daerah setempat merenovasi terowongan ini menjadi tempat yang layak dikunjungi baik dari segi keamanan maupun kemudahan mencapai area dibawah tanah dengan membangun anak-anak tangga. Renovasi mulai dilakukan dari 27 Juni 2007 hingga Desember 2007. Kemudian diresmikan sebagai objek wisata pada 23 April 2008. Keasliannya yang masih tetap dipertahankan, dapat dilihat dari bagian atap dan dinding yang terbuat dari batubara.

Berdasarkan sidang ke-43 pada tanggal 6 Juli 2019 Komite Warisan Dunia UNESCO PBB di Pusat Kongres Baku, Azerbaijan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menetapkan Pertambangan batubara era kolonial Belanda, Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat ditetapkan sebagai warisan dunia kategori budaya. Dari hasil sidang tersebut maka dipandang perlu untuk meningkatkan daerah tujuan wisata di Sawahlunto, salah satunya adalah dengan membuka Lubang Mbah Soero Level II. Dalam hal ini BDTBT sebagai salah satu unit di bawah KESDM yang mengkecimpungi dunia tambang bawah tanah mengambil andil dalam penyusunan kajian teknis rencana pembukaan Lubang Mbah Soero Level II. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan BDTBT terhadap pemerintahan Sawahlunto.  Presentasi tentang kajian teknis rencana pembukaan Lubang Mbah Soero Level II oleh Tim BDTBT di kantor  Dinas Kebudayaan, Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah (DKP2B) yang dihadiri oleh Bapak Adrial selaku Kepala Bidang Peninggalan Sejarah dan Permuseuman. Dalam kesempatan ini juga Bapak Adrial mengutarakan keinginan untuk kerja sama yang lebih dengan BDTBT mengingat Dinas Kebudayaan, Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah (DKP2B) tidak memiliki SDM dalam mendukung kajian teknis pembukaan Lubang Mbah Soero Level II. (WL)

WhatsApp chat