BDTBT adakan Diklat Evaluasi Dokumen AMDAL Pertambangan

BDTBT, Sawahlunto – Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Hal-hal yang dikaji dalam proses AMDAL yaitu meliputi aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.

Kegiatan rehabilitasi atas kerusakan/pencemaran yang ditimbulkan kegiatan operasional produksi, pengelolaan hasil atau aktivitas tambang lainnya mengacu pada rencana peruntukan lahan pasca tambang yang sesuai dengan kondisi pra tambang. Rencana rehabilitasi ini disusun jauh sebelum aktifitas proyek dimulai, bertujuan menciptakan kondisi yang lebih agar bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih produktif pada pasca tambang. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi terhadap Dokumen AMDAL agar pengelolaan lahan dapat terintegrasi dalam optimalisasi Sumber Daya Alam Mineral dan Batubara bagi pengembangan ekonomi masyarakat dan pengembangan wilayah. Hal ini menjadi alasan bagi Balai Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah (BDTBT) mengadakan diklat Evaluasi Dokumen AMDAL Pertambangan.

Diklat yang dilaksanakan pada tanggal 15 – 17 Februari 2021 ini diikuti oleh 40 orang ASN Kementerian ESDM yang berasal dari berbagai unit seperti: Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan, Badan Litbang ESDM, Badan Geologi dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM. Selama tiga hari tersebut materi disampaikan oleh Widyaiswara BDTBT serta Akademisi dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Melalui Diklat Evaluasi Amdal Untuk Kegiatan Pertambangan ini diharapkan mampu mengembangkan kompetensi ASN  dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan penganalisaan dampak lingkungan pada suatu kegiatan pertambangan. (WL)

WhatsApp chat