BDTBT Selenggarakan Pelatihan Pertama Bagi 17 ASN KESDM di Awal Tahun 2024

BDTBT, Sawahlunto – Terjadinya kasus kecelakaan kerja pada industry pertambangan khususnya Tambang Bawah Tanah menunjukkan bahwa masih kurangnya kesadaran tenaga kerja maupun perusahaan dalam penanganan masalah keselamatan kerja.

Tingginya kasus kecelakaan kerja dapat menimbulkan dampak yang sangat besar, baik kerugian secara langsung maupun kerugian secara tidak langsung, baik bagi tenaga kerja maupun bagi perusahaan.

Pentingnya pemahaman terkait Dasar-Dasar K3 Tambang Bawah Tanah bagi ASN KESDM yang memiliki tugas pengawasan menjadi latar belakang Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) dalam menyelenggarakan Pelatihan Dasar-Dasar K3 Tambang Bawah Tanah bagi ASN KESDM.

Kegiatan pelatihan diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom diikuti oleh 17 peserta ASN KESDM (Sekretariat Jenderal, Ditjen Minerba, Itjen KESDM, Badan Geologi dan BPSDM ESDM) selama 3 hari, pada tanggal 17 sampai dengan 19 Januari 2024. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait aspek keselamatan dan kesehatan kerja pada industri pertambangan guna meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara dalam mendukung pelaksanaan tugasnya.

Penyampaian materi-materi seputar Dasar-dasar K3 Tambang Bawah Tanah dilakukan dalam rangka pencapian tujuan pelatihan, kegiatan ini tidak hanya melibatkan pengajar internal dari BDTBT namun juga praktisi dari perusahaan tambang, yaitu dari PT. Freeport Indonesia dengan Materi Pengantar Manajemen Keselamatan Pertambangan serta Materi Komunikasi Keselamatan Pertambangan.

Melalui pelatihan ini diharapkan ASN KESDM dapat memahami aspek-aspek keselamatan dan kesehatan kerja yang dapat mendukung pelaksanaan tugas ASN KESDM.

WhatsApp chat