Creating a Reliable Investigator, BDTBT is holding a Mining Accident Investigation Training

BDTBT, Sawahlunto – Kegiatan pertambangan memiliki risiko kecelakaan tambang cukup besar yang akan melibatkan unsur pekerja, peralatan dan lingkungan. Meskipun upaya mengendalikan resiko bahaya dengan cara melakukan pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja yang baik dan benar sudah dilakukan, tetapi kecelakaan tambang masih sering terjadi. Penyebab yang sama sering terulang kembali baik di perusahaan yang sama maupun di perusahaan lain. Kecelakaan tambang akan selalu mengakibatkan kerugian terhadap manusia, peralatan dan produksi, sehingga diperlukan investigasi secara baik dan benar. Hal tersebut melatarbelakangi Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah (BDTBT) mengadakan Diklat Investigasi Kecelakaan Tambang.

Diklat Investigasi Kecelakaan Tambang ini diperuntukkan bagi ASN Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Hal ini menjadi salah satu upaya BDTBT dalam mewujudkan visi Presiden Jokowi dalam mengembangkan kompetensi ASN untuk menuju Indonesia maju berdaulat, mandiri dan berkepribadian yang berlandaskan gotong royong.

Diklat yang dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 Maret 2021 ini diikuti oleh 40 orang ASN Kementerian ESDM yang berasal dari berbagai unit seperti:Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Badan Litbang ESDM, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM. Selama tiga hari pelaksanaan diklat, peserta mendapatkan pembelajaran tentang Dasar Peraturan Keselamatan, Persiapan dan Pemeriksaan Kecelakaan Tambang, Analiasa Penyebab Kecelakaan Tambang, Pelaporan Kecelakaan Tambang dan Studi Kasus Kecelakaan Tambang.

Setelah selesai mengikuti Diklat ini, peserta diharapkan dapat menjadi personel investigator yang kompeten dan handal. Sehingga tujuan utama investigasi yaitu untuk mencegah kejadian kecelakaan terulang kembali dapat benar-benar terwujud. (WL)

WhatsApp chat