Gandeng Drager, BDTBT Gelar Webinar Internasional

Webinar Gas Management on Hardrock Underground Mininng

BDTBT, Sawahlunto – Usaha pertambangan adalah kegiatan yang mempunyai resiko kecelakaan kerja yang sangat besar. Oleh karena itu, kegiatan ini harus selalu diperhitungkan sehingga potensi-potensi resiko tadi tidak menjadi suatu resiko yang riil. Pada kegiatan tambang bawah tanah, potensi atau resiko terjadinya kecelakaan jauh lebih besar bila dibandingkan tambang permukaan. Besarnya potensi kecelakaan pada tambang bawah tanah (underground mining) tersebut juga akan sejalan dengan besarnya kerusakan atau kerugian yang dapat ditimbulkan oleh kecelakaan kerja itu. Salah satu potensi kecelakaan kerja itu adalah ledakan gas. Hal tersebut melatarbelakangi Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah (BDTBT) bersama Drager menggelar webinar bertaraf internasional dengan mengusung tema “Gas Management on Hardrock Underground Mining”.

Webinar digelar secara gratis pada hari Kamis (27/05/2021) mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.15 WIB. Webinar dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba) Bapak Bambang Utoro, S.H., M.M., M.Env.Stud.. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan platform live streaming Aplikasi Zoom dan Youtube Live Streaming Balai Diklat Tambang Bawah Tanah.

Acara Webinar ini dibawakan oleh Yayu Yohana, S.S. sebagai pembawa acara dan dipandu oleh Revi Timora Salajar, S.T., M.T., Widyaiswara Ahli Muda PPSDM Geominerba Kementerian ESDM sebagai Moderator.

Narasumber pertama, Raul Diaz Otoya MD. (Corporate Health and Hygiene Manager/Cultural Transformation Manager, Hochschild Mining PLC Peru). Dalam paparannya Raul Diaz Otoya MD. Menyampaikan bahwa pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja sudah menjadi budaya kerja di Hochschild Mining PLC Peru. Ada 4 pilar  dalam pengelolaan pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja : Perencanaan dan pengendalian untuk memastikan program bisa dijalankan dengan baik, ventilasi tambang, monitoring gas harian dan pengawasan data lingkungan serta kalibrasi peralatan sangat penting dilakukan untuk memastikan data yang didapatkan adalah data yang tepat dan baik.

Narasumber kedua, Yan Fuadi, S.T., M.KKK. (OHS Team Management, PT. Sumbawa Timur Mining), memaparkan tentang “H2S Management in Mining Exploration”. Jebolan dari Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia ini juga menekankan pentingnya penggunaan detektor gas karena gas mempunyai karekteristik tidak terlihat, sangat beracun dan bersifat korosif.

Narasumber terakhir merupakan utusan dari Drager yang merupakan salah satu perusahaan internasional terkemuka di bidang teknologi medis dan keselamatan, Agustiyanto Zheng  (Product Manager, Drager Singapore). Agustiyanto Zheng  menjelaskan tentang bahaya gas pada kegiatan penambangan (baik tambang bawah tanah maupun tambang terbuka serta teknologi detektor gas yang dikeluarkan oleh Drager).

Tidak hanya mendapatkan e-sertifikat, pada akhir kegiatan peserta webinar juga berkesempatan mendapatkan doorprize. Doorprize tersebut diperuntukkan bagi empat peserta yang memberikan pertanyaan terbaik, tiga peserta yang mengisi absensi pertama dan empat peserta yang mengisi form evaluasi pertama.

Nah untuk yang belum sempat mengikuti webinar ini dan penasaran dengan pembahasan masing-masing narasumber, dapat melihat record live streaming pada channel Youtube Balai Diklat Tambang Bawah Tanah. Agar tidak ketinggalan informasi mengenai Webinar yang diselenggarakan BDTBT, ayo follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube Balai Diklat Tambang Bawah Tanah.

WhatsApp chat